Kaum Gay Semakin Terbuka Menunjukkan Keberadaannya, Kini Mereka Tersebar di Beberapa Provinsi, Jawa Barat Paling Parah!


Nyesek gak sih ? ketika kamu tau ada pria bertubuh atletis berwajah tampan tapi ternyata gay, memang kaum pelangi ini tidak bisa di identifikasi secara kasat mata, namun ada beberapa orang yang tahu ciri khususnya .  Suka  gak suka keberadaan kaum gay telah ada di sekitar kita, kadang keberadaannya membuat miris, tanpa rasa malu dan canggung kaum ini seakan – akan berani meunjukkan jati dirinya, bahkan tak segan sebagian dari mereka berani memamerkan hubungan ke ranah publik.



Baru–baru ini kaum gay kembali ramai menjadi pembicaraan di berbagi media, baik media cetak, media elektronik dan media sosial seperti yang terunggah dalam akun fanspage UpIndonesia, berikut:


Hemat kata, dalam unggahan Up Indonesia itu, terselip beberapa foto surat kabar yang dalam headlinenya melaporkan keberadaan kaum gay di berbagai kota di Indonesia, berikut diantaranya.


Radar Cianjur menunjukkan beberapa fakta terkait kaum gay, Kabupaten yang terkenal dengan sebutan kota Santri ini ternyata sempat heboh lantaran adanya pemberitaan terkait adanya Kontes Gay Nasional. Acara tersebut bertajuk Mister & Miss Gaya Dewata 2018 dan diikuti 80 kandidat dari 40 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia

Bergeser ke kota sebelahnya, Bogor. Di sana, jumlah gay juga tidak kalah banyak, menurut penelitian yang dilakukan Pemkab Bogor, diketahui sebanyak 2672 pria Bogor memiliki kecenderungan menyukai sesama jenis, penelitian yang dilakukan pada 2015 itu menyimpulkan bahwa penularan HIV/AIDS terjadi dilingkungan para gay.


Semakin terbukanya informasi juga memberikan dampak negatif, terutama di Bandung. Disana kebanyakan kaum gay memperoleh teman kencan dari dunia maya, mereka seringkali menggunakan aplikasi pesan instan untuk memudahkan mereka berkomunikasi.


Meloncat ke Balikpapan, di sana juga dihebohkan dengan terbongkarnya rencana pesta seksdi tahun baru 2018, pesta ini digelar untuk merayakan putusan Mahkama Konstitusi (MK) yang menampik permintaan judicial review atau uji materi pasal perzinaan serta LGBT dalam KUHP, lesbian, gay, biseksual, serta transgender. 


Peserta pesta gay di Semarang memang tidak sebesar di Jakarta, di Semarang cenderung diadakan secara privat, jumlah peserta yang sedikit kurang lebih 20 orang. Ada ruangan tersendiri untuk berhubungan badan namun tidak bercampur di lokasi party.

Semoga sih kita semua dijauhkan dari para predator seksual seperti ini.